Imamah dan Ahlul Bait
Kode: 197971 Tanggal: 20100803Sumber: print

Imamah dan Ahlul Bait

Ismail Amin


 Imamah dan Ahlul Bait

Akidah Islamiyah adalah kumpulan kaidah, hukum, landasan, perintah, larangan dan pengetahuan yang universal dan terperinci yang diturunkan Allah SWT kepada hamba-Nya, Muhammad SAW. Rasululullah SAW bertugas memberikan penjelasan kepada umat mausia melalui perantara dakwah dan daulah yang dipimpinnya sendiri. Oleh karena itu setiap perkataan, perbuatan dan taqrir Rasulullah SAW adalah juga aturan Ilahi sebagai pelengkap Al-Qur’an. Semasa hidupnya, Rasulullah menjadi satu-satunya sumber rujukan syar’i yang merupakan pengejewantahan akidah Ilahiah. Adalah mustahil jika aqidah yang berasal dari Allah ini dibiarkan tanpa seorang rujukan yang bertugas menjelaskan aqidah tersebut. Sumber rujukan ini haruslah orang yang memiliki pengetahuan Ilahiah, paling baik, afdhal dan tepat dari sekian manusia yang ada. Untuk memilih dan mengangkat orang yang memiliki kapasitas itu, hanya Allah sendirilah yang berhak menentukan. Sejarah perjalanan manusiapun membuktikan, semua nabi-nabi yang 124 ribu jumlahnya diutus dan diangkat oleh Allah SWT. Tak sekalipun Allah SWT menyerahkan penentuan dan pemilihan orang yang menjadi sumber rujukan kepada hawa nafsu dan pendapat-pendapat manusia. Begitulah sejarah membuktikan, dan tidak ada seorangpun yang menyelisihi ini.

Lewat tulisan ini, saya ingin memperlihatkan ada realitas lain selain Nabi dan Rasul yang juga menjadi ketetapan Ilahi. Allah SWT berfirman, "Dan ingatlah ketika Ibrahim di uji Tuhannya dengan beberapa perintah, lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman :"Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu seorang Imam bagi umat manusia." Ibrahim berkata, "(Dan aku mohon juga) dari keturunanku." Allah berfirman :"Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim." (Qs. Al-Baqarah : 124). 

Ayat ini menunjukkan bahwa menurut Al-Qur'an ada satu lagi realitas selain nabi dan rasul yakni imam, sebab bukankah penunjukan Ibrahim sebagai imam setelah ia menjadi nabi dan rasul dengan berbagai ujian ?.  Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, "Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim), Ishak dan Yaqub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh. Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah." (Qs. Al-Anbiya : 73). Di ayat lain, "…Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan dan hikmah dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki." (Qs. Al-Baqarah : 41). Dari ayat-ayat ini menunjukkan bahwa penunjukkan imam, khalifah ataupun pemimpin atas umat manusia adalah wewenang dan otoritas mutlak Allah SWT sebagaimana penunjukan nabi dan rasul.

Sebagaimana surah Al-Baqarah ayat 124 di atas, kedudukan imam sebagai jabatan langit selain nabi dan rasul juga dianugerahkan kepada keturunan biologis nabi Ibrahim as.

Pada dasarnya, jabatan imam Allah merupakan tunas dari “Pohon Kejadian” yang menjadi tujuan atas penciptaan manusia di bumi. Sedangkan kenabian atau kerasulan adalah cabang dari “Pohon Kejadian” tersebut. Artiya, institusi ilahiah ini secara gradual diawali lebih dahulu oleh kenabian, kerasulan dan berakhir pada keimamahan. Ini bisa dimaklumi bahwa tidak mungkin ada hukum tanpa ada hakim. Hukum Islam telah sempurna, karenanya dengan wafatnya Nabi terakhir meniscayakan adanya hakim Ilahiah yang mendampingi pelaksanaan hukum. Hakim di bumi inilah yang disebut Imam.

Setelah nabi Ibrahim as wafat, jabatan-jabatan ini terus diwariskan melalui keturunan biologis Ismail dan Ishak yang mana keduanya adalah nabi. Dalam Alkitab dinubuatkan bahwa dari Ismail dan keturunannya akan muncul duabelas orang imam “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas imam dan Aku akan membuatnya menjadi umat yang besar (Kejadian 17:20). Kondisi serupa juga ditampakkan kepada bangsa Israel pada zaman Musa as yang mana dia telah diperintahkan oleh Allah untuk melantik dua belas orang imam yang dikepalai oleh Harun dan keturunannya, “Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin” (QS. Al-Maidah :12)

Pelantikan para imam Allah ini menandai kesempurnaan RisalahNya dan puncak dari perjanjian antara Allah dan para nabi yang ditugaskan untuk menyampaikan AjaranNya kepada manusia. Bahkan fungsi utama dari pengutusan seorang nabi atau rasul itu adalah untuk menegakkan kerajaan imam dan umat yang kudus. Al-Qur’an menyatakan: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari kamu, dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh”. (QS. 33:7)

Alhasil, substansi yang ingin saya tegaskan, bahwa status seorang imam di dalam Islam bahkan dalam ajaran Ibrahimik lainnya (Yahudi dan Nashrani) memang ada dan dipilih secara mutlak oleh Allah sebagaimana halnya kenabian dan kerasulan. Artinya tidak melalui konsensus. Imam Allah adalah jabatan sorgawi yang kudus dan tidak terbentuk melalui mekanisme pemilihan umum ataupun cara-cara lain yang dilandasi oleh perspektif manusia. Imamah atau kekhalifaan terlalu berharga, terlalu tinggi dan tidak pantas hanya disebut sebagai pemimpin sebuah pemerintahan. Imamah terlalu pelik dan rumit bagi manusia biasa untuk  memilih dan mengangkat sendiri imam mereka. Imamah tidak dapat diputuskan dalam pemilihan. Sebab imamah bukan sekedar masalah mengurus ummat melainkan perwakilan Allah SWT di muka bumi. Karena itu hanya Allah SWT yang berhak memilih dan mengangkatnya.

Sungguh tidak mengherankan bila Al-Qur’an sendiri pernah menegaskan bahwa keluarga Ibrahim as telah dianugerahi suatu kerajaan yang besar.

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”. (QS. 4:54) Maka bagaimanakah dengan keluarga Muhammad saw sendiri? Dan apabila jumlah para imam dari keluarga Ibrahim as ini selalu duabelas orang, maka mungkinkah jumlah para imam dari keluarga Muhammad pun juga demikian?. Sebagai penutup, barangkali hadis Nabi saw yang pernah diriwayatkan dalam Sahih Bukhari  ini bisa membawa kita kepada kontemplasi mendalam yang selaras dengan pendewasaan beragama. Bukhari-Muslim meriwayatkan, "Agama (Islam) akan selalu tegak kukuh sampai tiba saatnya, atau sampai dua belas khalifah, semuanya dari Qurays."

Wallahu’alam Bishshawwab

 



Komentar Pembaca

- mohon pada admin untuk menampilkan sekalian riwayat yang jelas dari sapa n melalui jalur sapa tentang nama2 dari ke 12 Imam di atas, mereka semua keturunan dari Rasulullah ataukah tidak ? karn sbagian org beraggapan tidak smua keturunan tp yg terpenting dr Qurasy sesuai hadits shohih Bukhori di atas....??
jazakumullah khoiron katsiro
[aladin]


- SIFAT-SIFAT SAHABAT-SAHABAT RASUL SAW
Saya yakin Anda masih ingat, bahwa sahabat adalah generasi istimewa yang telah memperoleh kedudukan tinggi dan terhormat. Kedudukan mereka tidak mungkin dijangkau oleh manusia setelah mereka. Mereka telah beruntung karena hidup dan menemani Nabi. Beliau sendirilah yang telah membina, mengajar, dan mendidik mereka. Bersama mereka pula-lah beliau SAW memerangi orang-orang kafir. Mereka pula yang ikut serta membela beliau. Kita akan memilih satu saja dari sifat-sifat mereka yang harus dipelajari, dibahas, dan diperjelas. Untuk kemudian disebarkan dan diumumkan agar diketahui seluruh muslimin dari segala kelompok dan golongan.
Tahukah Anda sifat apakah itu? Sifat itu adalah kasih sayang.
Mengapa harus membicarakan sifat tersebut?
Bersediakah Anda, wahai pembaca budiman, untuk bersama-sama saya berpikir sejenak mengungkap rahasia sifat mulia ini? Anda akan mendapati banyak sebab yang mendorong kita berpikir tentang hal ini. Tetapi di sini kami hanya akan menyebutkan beberapa sebab secara ringkas di dalam risalah ini:
Penyebab Pertama:
Penyebab pertama berkaitan dengan sifat "Penyayang" itu sendiri dengan segala kandungan maknanya. Juga karena terdapat banyak ayat Al Quran dan
hadits-hadits dari Nabi yang membahas tentang hal ini.
Allah SWT adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Ta'ala berfirman melukiskan sifat Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS: AtTaubah 128).
Rasulullah SAW menjelaskan: "Barangsiapa yang tidak mengasihi tidak akan
dikasihi." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahasan mengenai dengan sifat kasih sayang sangat panjang lebar. Ayat dan hadits yang menerangkannya pun banyak sekali. Anda pasti telah mengetahuinya.
Penyebab Kedua:
Allah SWT telah memuji sahabat-sahabat Rasulullah SAW dengan menyebutkan bahwa mereka memiliki sifat kasih sayang, bukan dengan sifatsifat lain. Hal ini mengandung hikmah dan manfaat yang penting dan
mendasar. Hal ini juga termasuk mukjizat ilmiah karena Allah menyebutkan bahwa mereka memiliki sifat tersebut. Orang yang merenungkannya niscaya akan dapat melihat mukjizat dan hikmahnya. Nash tersebut mengistimewakan para sahabat dengan menyebut sifat "kasih sayang" yang terjalin sesama mereka. Mengapa Allah memuji dan menegaskan bahwa mereka memiliki sifat kasih sayang? Bukannya memuji mereka dengan sifat-sifat lain? Sebab, hal itu mengandung bantahan atas tuduhan-tuduhan yang pada masa itu belum muncul dan belum tertulis. Kemudian tuduhan-tuduhan itu muncul pada masa berikutnya dan menjadi konsumsi tukang dongeng dan generasi sesudah mereka. Allah-lah yang lebih mengetahuinya.
Allah Ta'ala berfirman:
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud."
(QS: Al Fath 29).
Penyebab Ketiga:
Penegasan bahwa para sahabat saling berkasih sayang di antara sesama mereka. Sifat kasih sayang itu sudah mengalir di sekujur hati mereka. Maka hal ini akan membantah riwayat-riwayat dan anggapan-anggapan yang menggambarkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW adalah makhluk liar dan buas yang saling mendengki di antara sesama mereka. Hal ini juga membantah bahwa kehidupan mereka penuh dengan intrik dan permusuhan! Apabila dalam diri Anda sudah meresap sebuah keyakinan bahwa para sahabat itu saling berkasih sayang, maka berarti prinsip tersebut sudah bersemayam di lubuk hati Anda. Sehingga akhirnya hati Anda menjadi tenteram dan sirna pula rasa "dengki dan benci" yang ada terhadap para sahabat nabi, yang Allah memerintahkan kita untuk mendoakan mereka. Allah
Ta'ala berfirman:
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"."(QS: Al Hasyr 10).
Dasar Keempat:
Salah satu metode ilmiah yang digunakan para ilmuwan dan peneliti yaitu memperhatikan matan dan sanad setiap riwayat yang ada. Menelaah matanmatan riwayat itu setelah terbukti bahwa sanad-nya kuat, kemudian membandingkan riwayat-riwayat tersebut dengan nash-nash Al Quran dan kaidah pokok agama Islam. Seorang peneliti harus memadukan seluruh riwayat yang ada dalam sebuah pokok bahasan. Inilah metode para ilmuwan sejati yang harus digunakan dalam meneliti riwayat-riwayat sejarah. Tetapi, yang perlu disesalkan, terdapat banyak penelaah yang mengabaikan penelitian sanad-sanad tersebut. Mereka merasa cukup dengan keberadaan riwayat-riwayat itu dalam kitab sejarah atau kitab sastra! Mereka yang menaruh perhatian pada kaidah sanad terkadang lupa meneliti matan (text) dan membandingkannya dengan Al Quran. Pembaca budiman, sebelum Anda menilai dan menuduh membabi buta. Sebelum Anda menghukumi berlandaskan sejarah yang Anda ketahui, berdasar kebiasaan dan keyakinan keluarga dan perasaan, renungkanlah ayatayat yang telah kami sebutkan di atas. Anehnya, dalil-dalil tadi jarang kita
dengar, padahal sangat dekat dengan kita
3
Ayat-ayat tersebut memiliki makna .
yang sangat kuat dan jelas, misalnya ayat terakhir surat Al Fath:
3. Di rumah kita pasti ada Al Qur’an dan terjemahannya, apakah kita pernah membaca terjemahan ayat
ini?-
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang
mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi
besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; Tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala
yang besar."(QS: Al Fath 29).
Juga Allah Ta'ala berfirman:
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"." (QS: Al Hasyr 10). Www.Hakekat.Com - Hakekat Tersembunyi Syi'ah Imamiyah12
Bacalah ayat ini, renungkanlah baik-baik, semoga Allah berkenan menjaga anda.

[huseinhaidar]


- Tiap orang pasti akan menangkap fenomena sesuai dengan kecerdasan dan kesehatan akalnya. Disamping itu faktor HIDAYAH adalah yang paling menentukan. Semoga kita termasuk orang yang merdeka badan dan fikirannya serta bisa membaca yang tersirat dengan benar. Was [agus s budi]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir