Komentar Pembaca

- Diantara cara mereka untuk menghantam dan menjelekkan dakwah mubarokah ini, adalah dengan berpegang pada mudzakkarat (catatan harian) seorang yang tidak dikenal (majhul) di dalam sejarah, yang bernama Hampher[25]. Syabab Hizbut Tahrir beserta barisan pendengki dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bersorak sorai gembira dengan catatan harian Mr. Hampher ini. Mereka menukil, menyebarkan dan menuduh dengan bukti ini, bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah agen Inggris. Wal’iyadzubillah.


Yang membuat aneh adalah, Hizbut Tahrir ini menolak khobar ahad meskipun shahih dan berasal dari rawi (periwayat hadits) yang tsiqoh (terpercaya), ‘adil (tidak pernah melakukan dosa besar) dan dhobit (hafalannya kuat) di dalam masalah I’tiqod (keimanan) namun mereka dengan serta merta menerima berita dari seorang yang kafir[26], majhul (tidak dikenal)[27] dan pelaku kemaksiatan[28] dalam rangka menuduh aqidah seorang muslim pembela tauhid dan sunnah. Allahul Musta’an. Dimanakah akal-akal mereka?!!


Untuk membantah syubuhat beracun namun rapuh ini, Syaikh Malik Husain hafizhahullahu berkata :

“Setelah penelitian saya terhadap mudzakkarat ini, menjadi jelas bagi saya bahwa mudzakkarat ini merupakan naskah yang dibuat-buat oleh individu maupun kelompok yang memiliki tujuan untuk mencemarkan Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu dengan kedustaan dan fitnah, dan dalil-dalil yang saya katakan ini banyak…”[29]


Berikut ini kami nukilkan dalil-dalil yang disebutkan oleh Syaikh Malik Husain nafa’allahu bihi atas kedustaan dan kepalsuan mudzakkarat Mr. Hempher ini.

Dengan meneliti sejarah yang disebutkan di dalam mudzakkarat, menjadi jelas bagi kita bahwa Hempher ini tatkala bertemu dengan Syaikh rahimahullahu, umur syaikh ketika itu kurang lebih sekitar sepuluh tahun. Hal ini tidak sesuai, bahkan kontradiksi dengan apa yang disebutkan di dalam mudzakkarat (hal. 30) bahwa Hampher berkenalan dengan seorang pemuda yang sering mondar-mandir di toko ini yang faham tiga bahasa, yaitu bahasa Turki, Persia dan Arab. Tatkala itu dia dalam fase menuntut ilmu agama, yang namanya adalah Muhammad bin Abdil Wahhab, dan dia adalah seorang pemuda yang sangat antusias di dalam menggapai tujuannya.
Inilah perincian dalil-dalilnya :

- Ia menyebutkan di dalam mudzakkarat hal. 13 : “Kementrian penjajahan Inggris mendelegasikan Hampher ke al-Asaanah, pusat Khilafah al-Islamiyah pada tahun 1710M/1122H.

- Ia menyebutkan pada halaman 18, bahwa dia tinggal di al-Asaanah selama dua tahun kemudian dia kembali ke London atas perintah (Kementrian Penjajah Inggris) dalam rangka menyerahkan ketetapan yang terperinci tentang kondisi ibukota pemerintahan khilafah Utsmaniyah.

- Ia menyebutkan pada halaman 22, bahwa ia tinggal di London selama 6 bulan.

- Ia menyebutkan pada halaman 22, bahwa ia pergi menuju ke Bashrah yang memerlukan waktu perjalanan selama 6 bulan.

- Di tengah-tengah keberadaannya di Bashrah, ia bertemu dengan syaikh rahimahullahu.

- Sehingga apabila dijumlahkan semua tahun sejarah, ia bertemu dengan syaikh pada tahun 1125 H./1713 M. sedangkan syaikh dilahirkan pada tahun 1115 H.[30]/1703 M. Sehingga disimpulkan bahwa Hampher bertemu syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab ketika berusia 10 tahun. Dan ini merupakan dalil yang nyata atas kebatilan mudzakkaraat ini secara global dan terperinci.

Dia menyebutkan di dalam mudzakkarat-nya (hal. 100) bahwa syaikh rahimahullahu menampakkan dakwahnya pada tahun 1143 H., dan ini adalah suatu kedustaan yang nyata, dimana sejarah menyebutkan bahwa syaikh menampakkan dakwahnya setelah wafatnya ayahnya, pada tahun 1153 H. Perhatikan kerancuan sejarah yang nyata ini.
Sesungguhnya sikap Inggris terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab tidaklah menyokong dan menolong, namun memusuhi dan memeranginya. Sebagaimana akan datang penjelasannya setelah ini –insya Alloh-.
Tidak kita dapatkan penyebutan mudzakkarat ini oleh orang-orang sezamannya, padahal musuh-musuh dakwah mubarokah ini senantiasa menjelekkannya dan menyebarkan setiap kejelekan dakwah ini, namun anehnya mudzakkarat ini keluar/muncul akhir-akhir ini. Hal ini menjunjukkan secara jelas kedustaan dan kebohongan mudzakkarat ini.
Hampher ini adalah orang yang tidak dikenal. Dimana ma’lumat (surat perintah) yang terperinci tentangnya? yang menjelaskan namanya, kedudukannya, dan yang berkaitan tentang tugasnya dan perannya dari pemerintah Inggris.
Sesungguhnya siapa yang membaca mudzakkarat ini, dapat memastikan bahwa penulisnya pastilah bukan seorang nashrani, dikarenakan banyaknya ungkapan-ungkapannya yang mencela dan merendahkan agama nashrani termasuk juga Inggris.
Dua naskah terjemahan mudzakkarat yang telah dicetak, tidak disebutkan tentang maklumat mudzakkarat ini, dari aspek naskah aslinya, apakah berupa cetakan ataukah tulisan tangan dan dengan menggunakan bahasa apa??
Penterjemah mudzakkarat ini tidak dikenal. Pada naskah terjemahan pertama tidak disebutkan siapa penterjemahnya sedangkan pada naskah terjemahan kedua hanya disebutkan penerjemahnya dengan inisial د.م.ع.خ.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang disebutkan syaikh Malik Husain tentang batilnya Mudzakkarat Mr. Hampher ini. Silakan lihat lebih rincinya di majalah al-Asholah no. 31, tahun ke-6, 15 Muharam 1422 H.

Kami katakan kepada Hizbut Tahrir dan orang-orang yang sefikrah dengan mereka, dengan menukil ucapan seorang penyair :

و من جعل الغراب له دليلا يمر به على جيف الكلاب

“Barangsiapa yang menjadikan burung gagak sebagai dalil

Maka ia akan membawanya melewati bangkai-bangkai anjing”


Syaikh Malik Husain nafa’allahu bihi berkata :

“Sesunguhnya apa yang terdapat di dalam mudzakkarat ini adalah omong kosong belaka dan ucapan yang tidak berlandaskan dalil sama sekali, yang tidak keluat melainkan dari dua jenis manusia, yaitu :

1. Orang yang bodohnya sangat bodoh sekali dan dungu yang tidak mampu membedakan mana telapak tangannya dan mana sikunya

2. Para pengekor hawa nafsu, ahlul bid’ah yang memusuhi dakwah tauhid.

Maka bertakwalah! Sesungguhnya daging para ulama itu beracun dan sunnah Allah di terhadap para pencela ulama telah diketahui, maka barangsiapa yang berkata buruh terhadap ulama dan mencercanya, maka niscaya Alloh akan menimpakan kematian hatinya sebelum wafatnya. Kita memohon perlindungan dan keselamatan dari Alloh.”[31]




Hakikat Sikap Pemerintah Eropa terutama Inggris terhadap Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab


Beberapa sosok syetan berwujud manusia dari orang-orang eropa berfikir tentang akibat yang akan menimpa mereka, jika Dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab yang didukung pemerintahan Su’ud pertama memperluas pengaruhnya. Mereka melihat bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah Su’ud akan mengancam kepentingan mereka di kawasan timur secara umum. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali menghancurkan pemerintahan ini. Mereka pun menempuh berbagai daya dan upaya di dalam menghancurkan dakwah salafiyah ini, diantaranya adalah :


Pertama, penebaran publik opini di tengah negeri Islam melawan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Maka bangkitlah para penganut bid’ah dan khurofat memerangi dakwah Syaikh. Mereka adalah golongan mayoritas di saat itu, yang mana faham quburiyun, khurofiyun, bid’ah dan syirik telah mendarah daging di dalam hati mereka, bahkan parahnya kesultanan Ustmaniyah generasi akhir adalah termasuk pemerintahan yang mendukung kesyirikan dan kebid’ahan ini. Ini semua terjadi setelah Inggris dan Perancis menyebarkan fatwa yang mereka ambil dari Ulama suu’ (jahat) yang menfatwakah bahwa apa yang didakwahkan oleh Syaikh al-Imam adalah rusak.[32]


Kedua, Mereka menebarkan fitnah antara gerakan Syaikh al-Imam dengan pemimpin kesultanan Utsmaniyah. Orang-orang Inggris dan Perancis menebarkan racun ke dalam fikiran Sultan Mahmud II, bahwa gerakan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bertujuan untuk memerdekakan Jazirah Arab dan memisahkan diri dari kesultanan. Sultan pun merespon dan berupaya memberangus gerakan Syaikh, padahal seharusnya beliau meragukan nasehat dari kaum kuffar ini, meneliti dan melakukan investigasi terhadap berita ini.[33]


Sesungguhnya para pengikut Dakwah Salafiyah tidak pernah menuntut khilafah sama sekali dan tidak pernah menyatakan penentangan bahwa dirinya tidak tunduk kepada kesultanan. Namun sesungguhnya, perselisihan itu hanyalah ada dalam dua hal yang asasi, yaitu : pertama, permintaan para pengikut gerakan salafi tentang adanya keharusan untuk komitmen para jama’ah haji dalam berpegang teguh dengan manhaj Islam dan mencabut semua yang keluar dari manhaj Islam. Kedua, adanya perasaan pemerintah Utsmaniyah yang merasa tidak berdaya di hadapan kekuasaan gerakan Wahhabi atas kota-kota suci yang berada di Hijaz. Sebab mereka tahu bahwa ketidakmampuan mereka ini berarti penurunan wibawa dan posisi mereka secara politik.[34]


Sesungguhnya, Inggris dan Perancis mulai dari awal telah membenci gerakan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, terlebih setelah pemerintah Alu Su’ud beserta orang-orang Qowashim mampu melakukan serangan telak terhadap Armada Inggris pada tahun 1806 M. sehingga perairan Teluk berada di bawah kekuasaannya.[35] Sesungguhnya asas-asas Islam yang murni menjadi pondasi dasar pemerintahan Su’ud pertama, dan tujuan utama didirikannya negeri ini adalah untuk melawan kejahatan orang-orang asing di kawasan itu.[36]


Bukti berikutnya yang menunjukkan bahwa tuduhan Zallum dan HT terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah tuduhan dusta belaka, adalah : Tatkala Ibrahim bin Muhammad Ali Basya[37] berhasil menghancurkan Dir’iyah dan menghukum pancung pangeran Abdullah bin Su’ud, Inggris mengutus Kapten George Forester Sadleer[38] untuk memberikan ucapan selamat kepada Ibrahim Pasya dan mengajukan kerjasama antara kekuasaan darat Ibrahim Pasya dengan kekuatan laut armada Inggris dalam rangka menghadapi Qowasim yang merupakan pengikut dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab.[39]


Sungguh, sangat jauh panggang dari api apabila dikatakan bahwa dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab adalah dakwah boneka atau antek-antek Inggris. Padahal dengan menyebarnya dakwah mubarokah ini ke pelosok dunia lain, melahirkan para pejuang-pejuang Islam. Di India, Syaikh Ahmad Irfaan dan para pengikutnya adalah gerakan yang pertama kali membongkar kebobrokan Mirza Ghulam Ahmad Qadiyaniyah yang semua orang tahu bahwa Qodiyaniyah ini adalah kepanjangan tangan dari kolonial Inggris. Mereka juga memekikkan jihad memerangi kolonial Inggris saat itu di negeri mereka.[40] Di Indonesia, tercatat ada Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh, Tuanku Nan Gapuk dan selainnya yang memerangi bid’ah, khurofat dan maksiat kaum adat sehingga meletus perang Paderi, dan mereka semua ini adalah para pejuang Islam yang memerangi kolonialisme Belanda.[41] Belum lagi di Mesir, Sudan, Afrika dan belahan negeri lainnya, yang mana mereka semua adalah para pejuang Islam yang membenci kolonialisme kaum kafir eropa.


Wahai Hizbut Tahrir!!! Bacalah buku-buku dan risalah karangan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, niscaya engkau akan mengetahui hakikat dakwah ini, dan engkau akan faham hakikat perjuangan dakwah ini.

[San]


- ingatlah wahai muslimin tdak ada kekurangan dan kesalahan setitikpun dari ajaran Alquran dan assunah maka bila ada penyimpangan dalam ataupun ataupun suatu 'amalan maka dapat di simpulkan bahwa itu mutlak kesalahan manusia.
ikhwanu wa akhwatu fillah sebagai seorang umat muslim yg cerdas ia tidak akan percaya begitu saja dengan sebuah berita tanpa ada sumber yg terjamin kebenarannya
ingat!
hanya berita dari Hadits shahih dan Alqurannulkarim yg pasti kebenarannya
ingat! tipu daya saithan itu lemah
sebagai seorang hamba yang cerdas ia tidak akan pernah melepas sedikitpun hadits shahih itulah sebuah modal untuk mengalahkan fitnah dan tipu daya shaithan baik dari golongan Jin dan manusia.
wasalam. [Adhie dinnur]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir