Serial Film Muhtar As Tsaqafi diterjemahkan dalam Enam Bahasa
Kode: 213552 Tanggal: 2010/11/17Sumber: www.abna.irprint

Serial Film Muhtar As Tsaqafi diterjemahkan dalam Enam Bahasa

Untuk serial Mukhtar as tsaqafi dia menjelaskan, "Berbarengan dengan penayangan serial ini di dalam negeri kami juga menyiapkan terjemahdan duble serialnya sehingga kami juga sekalian mengoreksi ulang isidari serial tersebut. Serial ini diterjemahkan dalam enam bahasa dan akan disiarkan dari stasiun Sahr, serial ini merupakan salah satuprogram acara yang kami andalkan.” 

 Serial Film Muhtar As Tsaqafi diterjemahkan dalam Enam Bahasa

Menurut Kantor Berita ABNA, konferensi pers pada hari jadi pembentukan chanel tv internasional  Sahr  dengan dihadiri Mahdi Mujtaba pimpinan stasiun TV ini serta Sayid Islami pimpinan humas stasiun TV yang sama dan merupakan wakil Persatuan Pers Republik Islam Iran. Seperti dilaporkan, dalam konferensi ini Mujtaba berkata,” Pada masa kepengurusan kami perluasan media di Iran masih belum optimal. Dimana setiap harinya kita menyaksikan masuknya chanel-chanel baru dengan
macam-macam keragamannya dari negara asing. Dengan adanya satelit percepatan pertumbuhan media pers berbahasa asing semakin bertambah, pertumbuhan media pers berbahasa asing terjadi baik pada ragam maupun jumlahnya.

Dia menambahkan,” Mereka melakukan itu tidak  lain adalah untuk mencari daya tarik lebih besar dari para pemirsa, dan stasiun Sahr sebagai stasiun TV Pemerintah Islam Iran sebenarnya memiliki banyak
hal yang perlu disampaikan pada dunia luar.” Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terahir petugas sudah berusaha keras dalam menyampaikan berita di kawasan luar perbatasan, padakesempatan ini ada kesempatan emas, dimana sebenarnya sebelumnya juga sudah melakukan operasi dan berusaha maksimal untuk mendapat feedback dari pemirsa namunbaru semenjak 13 tahun terahir kami beroperasi dengan memakai nama Shar.”

Dia juga mengisyaratkan bahwa stasiun Sahr telah menggunakan enam bahasa berbeda, Bahasa Bosnia, Urdu, Azeri, Kurdi, Inggris dan bahasa Perancis dia menyampaikan,”Sejak tahun kemarin kami telah berusaha melakukan perluasan jangkauan dengan memanfaatkan media yang ada di departemen informasi dan komunikasi Pemerintah Republik Islam Iran, sejak tahun kemarin jam tayang stasiun kami sudah dua kali lipat lebih banyak, sebelumnya kami hanya beroperasi selama 19 jam sedang sekarang untuk chanel satu dan dua kami sudah beroperasi selama 38 jam setiap harinya.”

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa dengan bertambahnya jam tayang maka sudah disusun program yang bervariasi seperti acara untuk anak-anak, keluarga, pembuatan serial maupun film pendek serta berbagai bentuk program acara yang lain. Kami memproduksi dan menyiarkan program acara beragam dan kami sudah berupaya maksimal dalam memanfaatkan tambahan jam tayang tesebut. Kami juga telah membentuk program perluasan terkait  apa saja yang dibutuhkan masyarakat, jadi pada dasarnya kami sudah berusaha memilih program acara yang lebih dekat di hati masyarakat.”

Direktur utama stasiun penyiaran Sahr menambahkan,” Sekarang ini produksi stasiun TV Sahr semakin bertambah sebagaimana tahun lalu dimana berbagai kawasan Iran sudah memanfaatkan keberadaan stasiun ini, kini program untuk mayarakat luar Iran pun kami tambah, kami punberusaha semaksimal mungkin agar stasiun ini dapat menjangkau wilayah yang lebih luas lagi.” Sehubungan dengan kinerja produksi film dan serial dia berkata,” Tahunlalu tim pembuatan serial dan film belumlah berdiri sendiri namun sekarang ini sudah mampu berpijak di kaki sendiri dibawah asuhan Al iBarzi, beberapa waktu lalu telah berhasil membuat sinema dengan judul Arusak Yalda yang berkisah tentang tentara yang terluka oleh bom kimia semasa perang. Film dari sinema ini akan segera dirilis dengan besutan Mansur Syahrob Pur dan dibintangi Muhammad Husain Lathifi. Dari bengkel film ini akan di produksi sinema yang bertemakan anak-anak Palestina juga, sinema itu diberi judul Parwarisgahe Behest (Rumah Sakit Surgawi) yang direncanakan akan disutradarai Muhammad AliThalibi, setidaknya pengambilan gambar akan dimulai bulan depan.

Film dokumenter tentang Ayatullah Khu’I juga akandiproduksi, untuk film tentang Penancap Bendera Cinta  Mushyab bin Umar seorang pembantu sayidina Muhammad saaw sedang ditulis ulang naskah filmnya. Film animasi Aharin Ferestad (Utusan Terakhir) akan dibuat dalam bentuk 50 seri, sekarang ini sudah dibuat sebanyak durasi 150 menit, tahun depan sudah siap ditayangkan, sebuah kisah yang diambil dari kisah Salman AlFarisi. Serial Kudak Wa Istighal juga segera siap diluncurkan. Film dokumenter sahabat Nelson Mandela dengan sutradara Hamid Kuh Payeh sedang melewati periode pengambilan gambar, film dokumenter Syaikh Shiam kini juga sedang dipersiapkan.  Salah satu program yang kami garap adalah membuat analisa atas film barat serta memberikan jawabanatas subhat yang dituangkan dalam film barat itu.Disampaikan juga bahwa tujuan asli dari program-program yang dijalankan adalah untuk membentuk hubungan yang lebih harmonis denganmasyarakat disekitar perbatasan, diterimanya program-program yangdisajikan oleh masyarakat merupakan suatu hal yang penting. Stasiun penyiaran Sahr telah berhasil menarik perhatian masyarakat dimana sebagian dari mereka ada yang rela mengganti antena mereka dengan antena yang menghubungkan dengan chanel stasiun kami, ini menunjukkan peluang besar ini. Mujtahid dengan mengisyaratkan bahwa tahun 2009 untuk sinema Kurdi akanmemiliki 50 % pemirsa berkata,” kurang lebih 93 % dari pemirsa Canel Sahr TV di kawasan ini menyukai program-program yang disajikan stasiun kami. Selebihnya mengatakan bahwa mereka tidak memiliki antena untuk bisa menangkap siaran kami. Sekarang ini sinema Kurdimemiliki rating peringkat lima dari program acara yang diminati pemirsa. Kami juga memiliki pemirsa yang banyak dari kawasan Bosnia dan 59,6 % dari mereka merupakan pemirsa setia canel kami. Kebenaran berita yang  disampaikan serta diberitakannya berita-berita pilihan danutama menjadi salah satu penarik perhatian pemirsa. Untuk kawasan Azarbaijan kami tidak memiliki data dilapangan apakah siaran kami mereka terima atau tidak. Karena pada dasarnya kawasan Azarbaijan memang kurang memiliki hubungan baik dengan kami. Sebagaimana masarakat Ardabil, ketika seminggu saja kami liburkan penayangan ceramah shalat jum’ah bisa jadi kami akan mereka datangi untukdiprotes.

Terkait bahasa yang dipakai dalam program acara yang ada dia berkata,” untuk beberapa stasiun kami menggunakan sistem duble, namun untuk stasiun  Perancis dan Inggris kami menuliskan terjemah disetiap berita yang disiarkan. Untuk bahasa Urdu kami sudah bekerjasama dengan kru yang berada di India maupun Pakistan. Dalam prakteknya kami juga tidak mengambil langkah terlalu jauh, kami hanya menjalankan sejauh langkah yang bisa digapai.

Pada akhir pembicaraannya direktur utama stasiun Sahr dalam menjawab pertanyaan terkait dialog secara langsung yang dilontarkan padanya,”Untuk bagian ini kami punya program yang bisa diandalkan, penyiarans ecara langsung pertandingan-pertandingan yang ada di stasiun TV berbahasa Kurdi dan Azeri adalah salah satu bentuk nyata darinya. Distasiun TV berbahasa Azeri kami juga punya program Miz GirdhayeJanjoli (Dialog Meja Bundar) yang ditayangkan secara langsung. Untuk serial Mukhtar as tsaqafi dia menjelaskan, berbarengan dengan penayangan serial ini di dalam negeri kami juga menyiapkan terjemahdan duble serialnya sehingga kami juga sekalian mengoreksi ulang isidari serial tersebut. Serial ini diterjemahkan dalam enam bahasa dan akan disiarkan dari stasiun Sahr, serial ini merupakan salah satuprogram acara yang kami andalkan.”Terahir dia berkata bahwa 85 persen program stasiun Sahr adalah produksi sendiri dan hanya 15 persen yang diambil dari sumber lain. (*)

 



Komentar Pembaca

- aduh duh duh.... nahasa melayu atuh aatau indoneia. help lah atuh help bro...... [agung]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir