Rusuh Sampang, Penjarahan Masih Berlanjut
Kode: 288711 Tanggal: 2012/01/04Sumber: http://www.faktapos.comprint

Indonesia:
Rusuh Sampang, Penjarahan Masih Berlanjut

"Jika petugas tidak mampu mengamankan harta benda pengikut kami yang masih tertinggal, maka kami lebih baik pulang dan kami tidak akan peduli, meski harus dibunuh oleh kelompok Islam Sunni di sana," 

 Rusuh Sampang, Penjarahan Masih Berlanjut

Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana dinukil dari Faktapos.com, penjarahan harta benda pengikut kelompok Islam Syiah, korban pertikaian dengan kelompok Islam Sunni, di Sampang, Madura, hingga saat ini masih berlanjut.

"Kali ini yang menjadi sasaran penjarahan, hewan ternak yang masih kami tinggal di rumah," kata seorang pengikut Syiah, Hubaidi, di Sampang, Minggu (01/01).

Pengikut kelompok Islam Syiah yang sebelumnya tinggal di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Sampang itu mengaku, beberapa ekor ayam miliknya sudah habis dijarah massa.

Penjarahan di rumah Hubaidi setelah aksi serupa di rumah pengikut Syiah Ulul Albab, pada Jumat (30/12).

Saat itu, harta benda milik Ulul Albab berupa sepeda motor, STNK, SIM, dan semua isi tokonya habis dijarah massa yang dicurigai dilakukan oleh kelompok pelaku pembakaran madrasah, mushalla dan rumah pimpinan Islam Syiah, yakni kelompok Islam Sunni.

"Mungkin setelah itu pelaku bergerak menuju rumah saya dan mengambil semua hewan ternak yang kami tinggal di sana," kata Hubaidi.

Pria berusia 35 tahun itu berharap, petugas bisa menjaga komitmen dan janji menjaga harta benda kelompok Islam Syiah yang masih tertinggal di rumahnya masing-masing.

Ia mengaku bersama 351 pengikut Syiah lainnya bersedia dievakuasi petugas karena sebelumnya petugas menjamin keamanan harta benda mereka yang masih tertinggal seperti rumah, ternak, dan berbagai harta lainnya.

Penasihat kelompok Islam Syiah Iklil Almilal sempat mempertanyakan keseriusan petugas Polres Sampang dalam melakukan pengamanan, sebab penjarahan harta benda pengikutnya bukan hanya sekali terjadi.

"Kalau hanya sekali kami terima, tapi aksi itu sudah dua kali terjadi, dan di sana katanya sudah ada petugas," kata Iklil Almilal.

Harta benda kelompok Islam Syiah lainnya yang saat ini masih tertinggal di rumah-rumah mereka di Kecamatan Karangpenang dan Kecamatan Omben, berupa 140 ekor sapi dan tujuh ekor kambing.

Sebelumnya Kepala Polres Sampang AKBP Solehan menyatakan, pihaknya telah memerintahkan anak buah untuk menjaga keamanan harta benda milik kelompok Islam Syiah Sampang di Kecamatan Karangpenang dan Ombem.

Bahkan, katanya, setiap rumah kelompok Islam Syiah telah dijaga petugas gabungan dari unsur polisi dan TNI.

"Jika petugas tidak mampu mengamankan harta benda pengikut kami yang masih tertinggal, maka kami lebih baik pulang dan kami tidak akan peduli, meski harus dibunuh oleh kelompok Islam Sunni di sana," kata Iklil Almilal.

Konflik bernuansa SARA antara kelompok Islam Sunni dengan Syiah di Sampang itu telah menyebabkan ratusan keluarga terlantar. Mereka terpaksa tinggal di lokasi penampungan.

Sebanyak 270 dari total 351 orang lebih anggota kelompok Islam Syiah dievakuasi ke GOR Wijata Kusuma, di depan Kantor Bupati Sampang.

Konflik tersebut sudah terjadi sejak 2006, namun hingga saat ini belum bisa diredam sehingga terjadi aksi anarkis berupa pembakaran madrasah, mushalla dan rumah pimpinan Syiah, serta pondok tempat tinggal santri. 

 

 



Komentar Pembaca

- Barangkali penganut Syiah di Indonesia dalam menunjukkan eksistensinya belum saatnya secara "formal". Harus diperbanyak adalah dialog2 atau diskusi untuk menghilangkan pemahaman orang Sunni yang keliru terhadap Syiah yg sudah terlanjur membaca dari buku2 ttg Syiah yg tidak menggambarkan ajaran Syiah yg sebenarnya. [rasyad]


- Salam, sebenarnya disinilah tugas bangsa dan negara yg diwakili pemerintah untuk berbuat agar setiap rakyatnya merasa aman dan nyaman dilindungi hak2nya agar dicintai oleh rakyat, karena kata kuncinya sudah jelas, dan sudah pula dinyatakan secara resmi oleh pemerintah bahwa "Syiah bukanlah aliran sesat" ... dari titik inilah pemerintah harus bertindak jgn sampai mau diatur oleh 'gerombolan' yg tidak mengenal arti bernegara dan berbangsa ... pemerintah jgn lembek dengan 'gerombolan pengacau keamanan' seperti perusuh Sampang tersebut kalau tidak Negara ini akan dikendalikan oleh pengikut demokrasi anarkis, kebenaran ditentukan oleh kemampuan 'menempeleng' orang atau kelompok sekera-kerasnya bukan keadilan dan kebenaran yg disuarakan dan dilaksanakan sekeras-kerasnya ... apalagi pengikut Syiah di Sampang siap diajak dialog dan gak beringasan, karena sy yakin pengikut Syiah akhlaknya dan perangainya baik2 sesuai akhlak Islam ... salam ...

[Bustanul Iman RN]


- Nampak jelas terlihat, mana kelompok manusia beradab dan mana yang kelompok binatang. Orang SAMPANG hampir semuanya BINATANG. Mana ada ajaran islam (ahlussunnah) ngajari menjarah??? mana ada ahlus sunnah membakar rumah saudaranya??? Saya doakan : para pembakar, penjarah, perampok, penghasut, ulama-ulamaus suu', kyai-kyai duniawi, PEJABAT2-PENJILAT dan masyarakat yang DIAM membiarkan kedholiman ini, segera DIAZAB Allah.
SEBAGAI BENTUK PEMBELAAN KEPADA MEREKA YG LEMAH, DITINDAS, DAN DIFITNAH, Mulai detik ini SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MENGUNJUNGI SANAK FAMILI SAYA DI SAMPANG, KARENA MEREKA TERMASUK UMMAT YG MERESTUI KEDOLIMAN TERHADAP SAUDARANYA SENDIRI. !!!
[MARHAM]


- SYIAH BUKAN ISLAM...
TAPI AGAMA SYIAH...

HATI-HATI PROVOKASI SYIAH YANG MENYESATKAN...
ADMIN : INFO INI JANGAN DIHAPUS LAGI...!!! BERTOBATLAH!!! [Sabir]


- Untuk saudaraku yg dizholimi,ingatlah sebagaimana imam Husein as yg dengan pengetahuan dan bangga menyongsong kematian...
Dan bahwa beliau As pernah bersabda "Kalau raga ini diciptakan untuk kematian,maka pilihlah kematian yang mulia".
HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID [fajeri shamad]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir