Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Shafi Ghulpaigani menilai perusakan peninggalan bersejarah Islam sebagai pengkhianatan terbesar rezim al-Saud terhadap dunia Islam dan menyatakan, "Mereka telah menghancurkan bukti-bukti sejarah."
Mehr News (7/5) melaporkan, Ayatullah Ghulpaigani mengatakan, "Protes kami terhadap rezim Saudi saat ini bukan menyangkut mazhab melainkan sejarah."
Ditujukannya kepada rezim Saudi, Ayatullah Ghulpaigani, "Kami memprotes mereka dan kami mengatakan mengapa Anda menghancurkan sejarah Islam. Kami mengungkapkan ini bukan karena kami Syiah, akan tetapi kami menyoal mengapa Anda menghancurkan peninggalan sejarah besar Islam."
Guru besar hauzah ilmiah Qom ini menegaskan, "Yang jelas kejahatan besar tersebut menjadi noktah buruk bagi mereka [rezim Saudi]."
Di lain pihak, kecaman serupa juga disampaikan oleh Hujjatul Islam Hasan Erfan, yang menyinggung kejahatan terbesar terhadap sektor budaya yang dilakukan oleh kaum Wahabi dan mengatakan, "Para jemaah haji di masa lalu, melintasi wilayah Ghadir Khum, akan tetapi sekarang jalur tersebut sudah dihapus, dan selain itu kaum Wahabi telah menghancurkan pintu Khaibar yang merupakan bukti kedigdayaan maknawi Imam Ali as."
"Penyembunyian sejarah Ghadir Khum dan menggantikannya dengan masalah-masalah parsial seperti jumlah gembala Rasulullah Saw, merupakan salah satu kejahatan budaya kaum Wahabi terhadap para imam maksum as," katanya.