| Kode: 315100 | Tanggal: 2012/05/14 - 17:07 | Sumber: www.abna.ir | print |
Iran: Khatib Jum'at Teheran Tekankan Semangat Kemandirian |
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Muhammad Emami Kashani anggota Majelis Khubregan Rahbari Jum'at (10/5) pada khutbah kedua shalat Jum’at di Teheran menegaskan pentingnya memberikan perhatian pada penamaan tahun kalender Iran, "Apa-apa yang dikatakan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam terkait penamaan Tahun sepatutnya diklarifikasikan oleh budaya Islam dan direalisasikan sepenuhnya. Hal ini harus dimulai sesegera mungkin hingga akhirnya produksi domestik dan ketahanan tenaga kerja serta bursa komoditi Iran menjadi suatu budaya di tengah-tengah masyarakat"
Sambil mengisyaratkan bagian dari Al-Qur'an surah Hud ayat 61 beliau berkata, "Ayat yang dialamatkan kepada kaum Nabi Shaleh as ini, yaitu هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا menyatakan poin yang sama, sejahterakanlah tanah air tempat kelahiranmu. Oleh karena itu, perbuatan ini adalah tanggung jawab saya dan juga tanggung jawab kalian untuk dapat mensejahterakan tanah air kita bersama dari segi perdagangan, pertanian dan mata pencaharian serta tidak melakukan transaksi dengan Negara lain dengan menggunakan bursa komoditi yang ada"
Beliau menambahkan kata-katanya tersebut dengan membawakan salah satu pengertian kolonialisme yang juga berarti penyejahteraan dan pemanfaatan, "Pihak Barat juga mengambil manfaat dari kata kolonialisme, yang berarti mensejahterakan diri dan merampas kekayaan Negara-negara lemah terkhusus Negara-negara Islam yang sekarang sedang dalam aksi revolusi semoga mereka dapat bangkit berjaya."
Ayatullah Muhammad Emami Kashani kembali menegaskan serta membacakan salah satu hadits yang juga memiliki maksud yang sama bahwa barang siapa harta kekayaannya diperuntukkan bagi pengembangan produksi Negara pribadinya maka dapat memperpanjang usianya, kemudian menambahkan, "Tidak diperkenankan untuk menggunakan produk asing juga mendatangkan barang-barang import."
Begitulah beliau selaku khatib shalat Jumat yang diundang khusus secara temporari tersebut menjelaskan secara signifikan terkait pentingnya penanaman modal dan tenaga kerja demi pengembangan produksi domestik, seraya menambahkan, "Penamaan tahun oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam sendiri ini harus diberi perhatian khusus semata-mata karena Allah Swt dan kebaikan dunia juga akhirat."
Selanjutnya beliau mengisyaratkan terkait konferensi 5+1 dan majelis Baghdad, "Perkara penting ini harus diberitahukan kepada Amerika, bahwa aparat militer Republik Islam adalah aparat yang berkomitmen. Maka dari itu, ketika Pemimpin Besar Revolusi Islam berkata senjata nuklir adalah haram, kalian perhatikanlah dengan baik perkara tersebut."
Ayatullah Muhammad Emami Kashani perihal beberapa dosen dari universitas- universitas New York dan California yang mana setelah menghadiri pertemuan Istanbul menuliskan konteks yang melawan pemerintahan Amerika, menjelaska, "Setelah pertemuan ini mereka berkeyakinan bahwa Amerika harus mencabut seluruh pemboikotannya, karena Iran telah banyak bekerja sama dengan mereka, akan tetapi Amerika berbalik membangkang dan tidak memiliki komitmen yang jelas."
Beliau melanjutkan, "Republik Islam Iran telah bertahan dalam embargo ekonomi yang mereka terapkan, juga telah menunjukkan dewasaannya."
Khatib shalat Jumat Tehran ini menegaskan bahwa lebih dari itu pemboikotan tersebut telah lebih banyak merugikan Amerika sendiri, "Mereka walaupun mengaku berangkatlah kearah keadilan dan kejujuran, tetapi dengan segala penindasan yang mereka lakukan bagaimana mungkin dapat menjadi teladan dunia."
Ayatullah Muhammad Emami Kashani menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak bertujuankan senjata nuklir, "Fitnah ini tidak layak disematkan bagi warga dan militer Iran." Tegasnya. Teruntuk 5+1 Baghdad dikemukakan pula, "Jadikanlah akal sebagai tolak ukur pada konferensi Baghdad."
Beliau pun perihal pameran buku internasional berkata, "Perkara membaca buku, bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan menambah khazanah keislaman demi kehidupan sosial kita adalah merupakan kebutuhan yang signifikan. Oleh karena itu ucapan terima kasih sudah sepatutnya diucapkan kepada kementerian koordinasi dan staf-staf penyelenggara terkait. Besar harapan kami kendala-kendala yang dimiliki lebih sedikit dari sebelumnya dan demikian pula untuk kedepannya. (*)