Kemajuan Iran Berhutang Kepada Imam Khomeini
Kode: 319785 Tanggal: 2012/06/04 - 06:03Sumber: IRIB Indonesia/MFprint

Ayatullah Sayyid Ali Khamanei:
Kemajuan Iran Berhutang Kepada Imam Khomeini

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menekankan, kemajuan bangsa Iran di bidang sains dan teknologi serta kemampuannya mengatasi kendala politik, militer, keamanan dan ekonomi selama 33 tahun lalu telah mematahkan ambisi busuk kekuatan arogan dunia untuk menghancurkan Republik Islam Iran. 

 Kemajuan Iran Berhutang Kepada Imam Khomeini
Menurut Kantor Berita ABNA, Rahbar Ahad (3/6) di acara peringatan wafatnya Imam Khomeini ke 23 yang digelar di komplek makam pendiri Republik Islam Iran menambahkan, bangsa Iran saat ini dari segi kekuatan politik dan pengaruhnya di transformasi global serta regional semakin kokoh di banding tahun pertama Revolusi Islam.

Seraya menjelaskan bahwa sanksi Barat terhadap Iran merupakan kesempatan terbesar bagi bangsa ini untuk mencapai kemajuan, Rahbar mengungkapkan, gerakan ke arah kemajuan harus terus dijalankan tanpa henti dan bangsa Iran khususnya pejabat pemerintah harus memahami bahwa berhentinya proses ini berarti kembalinya Iran ke era kehinaan.

Ayatullah Khamenei menilai salah satu faktor yang mendorong kemajuan Iran adalah demokrasi agama yang diterapkan di negara ini. "Pemilu menunjukkan kemuliaan dan hidupnya bangsa Iran," ungkap Rahbar.

Beliau menyebut tujuan konspirasi negara Barat yang berusaha mencitrakan Iran sebagai ancaman nuklir tak lebih hanya penyelewengan terhadap opini publik. "Mereka sama sekali tidak takut dengan aktivitas nuklir Iran, namun yang mereka takutkan adalah kemajuan yang diraih bangsa ini di sektor ekonomi, politik, sosial dan sains, karena mereka mengetahui dengan baik bahwa bangsa Iran tanpa bersandar pada kekuatan besar dunia mampu meraih kemajuan sejati," tandas Rahbar.

Rahbar mengingatkan, Amerika Serikat berusaha memaksakan kepada bangsa dunia bahwa tanpa bantuan Washington mereka tidak akan mampu meraih kemajuan, namun rakyat Iran selama tiga dekade lalu membuktikan bahwa tanpa bantuan AS Iran berhasil mencapai kemajuan yang sangat berarti.

Ayatullah Khamenei mengingatkan bahwa kemajuan besar saat ini di Iran berhutang banyak kepada kebangkitan dan pelajaran Imam Khomeini. "Bangsa Iran dengan memahami setiap ajaran Imam Khomeini, pendiri Republilk Islam Iran mampu menemukan potensi mereka untuk meraih kemuliaan nasional dan saat ini warisan beliau adalah negara Iran yang kuat dan maju," tandas Rahbar.

Rahbar menyebut Imam Khomeini sebagai bapak Gerakan dan Revolusi Islam di Dunia Islam. Beliau mengatakan,"Salah satu ajaran utama Imam Khomeini adalah memberikan semangat kemuliaan kepada rakyat Iran yang mampu membuat bangsa ini menghadapi setiap kendala untuk mencapai kemajuan dan kemuliaan."

Pemimpin Besar Revolusi Islam ini menjelaskan bahwa kemuliaan suatu bangsa akan tetap terjaga ketika mereka melawan serangan musuh. " Imam Khomeini ketika memimpin Iran dengan kokoh mampu melewati setiap kendala yang menghalangi jalan kemuliaan dan kemajuan Iran," tambah beliau.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, sebelum berkobarnya Revolusi Islam di Iran, negara dari segi politik sangat terkucil dan tidak memiliki peran di transformasi global. Di dalam negeri pun pemerintah di bawah kendali negara asing dan negara imperialis pun memanfaatkan kondisi ini untuk menguras sumber-sumber kekayaan Iran. Saat itu pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi kondisi dalam negeri dan menjaga kedaulatan wilayahnya, namun bangsa Iran dengan mengikuti petunjuk Imam Khomeini berhasil mengakhiri era perampasan tersebut dan Iran mencapai kemuliaan.

Rahbar seraya mengisyaratkan konspirasi Rezim Zionis Israel dalam mencegah kemajuan sains Iran menekankan, sejumlah pemimpin Amerika Serikat dan Israel dewasa ini mengakui bahwa Iran negara yang kuat dan berpengaruh di kancah internasional serta mampu mempengaruhi tranformasi regional dan global dengan kemuliaan dan kekuatan yang dimilikinya.

Ayatullah Khamenei menambahkan, pembangunan yang saat ini kita saksikan di seluruh wilayah Iran dan produksi alat-alat industri dan teknik serta reaktor yang rumit oleh teknisi dalam negeri membuat Iran tidak membutuhkan bantuan negara maju dalam hal ini. Dan Iran berhasil mematahkan monopoli teknologi ini oleh negara besar dunia.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam kesempatan tersebut juga mengisyaratkan kebangkitan Islam dan revolusi rakyat kawasan menentang diktator dukungan Amerika Serikat. "Bangsa muslim harus waspada terhadap konspirasi busuk Barat yang berusaha merampas revolusi Islam dari tangan mereka," tegas Rahbar.
 




Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir