Dinilai Berbahaya, Pemerintah Akan Pantau Kelompok Anti Syiah
Kode: 320856 Tanggal: 2012/06/09 - 09:49Sumber: http://satuislam.wordpress.comprint

Indonesia:
Dinilai Berbahaya, Pemerintah Akan Pantau Kelompok Anti Syiah

Pemerintah akan memantau kelompok-kelompok anti-Syiah di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur dengan “sangat serius”, Wakil Menteri Agama Prof. DR. Nasaruddin Umar memperingatkan. 

 Dinilai Berbahaya, Pemerintah Akan Pantau Kelompok Anti Syiah

Menurut Kantor Berita ABNA, Gerakan anti Syi’ah sudah mulai tersistematis dengan banyak sponsor dan kepentingan di dalamnya, NKRI dan kedamaian antar umat dan sesama pemeluk mazhab adalah harga mati jangan sampai negeri ini terkoyak dan berdarah-darah hanya karena perbedaan mazhab. Kita tak ingin seperti Pakistan dimana sengketa mazhab menjadi ajang baru perang saudara dan pembantaian demi pembantaian terjadi setiap hari dan pemerintah tak mampu menemukan formula yang tepat dalam menyelesaikan konflik-konflik bernuasa sektarian tersebut.

Anarkhisme Sampang, Fatwa Sesat MUI Sampang, sampai yang terakhir MUSYAWARAH ‘ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2 di MASJID AL-FAJR, BANDUNG – JAWA BARAT, AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI’AH”.Sekitar 200 ulama dari berbagai daerah berkumpul di masjid Al Fajr-Kota Bandung,Ahad (22/4), menghadiri undangan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dalam acara Musyawarah ‘Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 dengan agenda “Merumuskan Langkah Strategis Untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan Para Penganut Syi’ah”. Ulama-ulama tersebut dari berbagai pesantren dan ormas Islam seperti Persis, Muhamadiyah, NU, Hidayatullah, Al Irsyad, DDII, PUI, termasuk MUI Pusat.Musyawarah ini juga dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawawan Lc. Hasil Musyawarah disepakati Hanya Ada Satu Kata Syi’ah Sesat dan Di Luar Islam.

Indonesia sebagai negeri berpenduduk Muslim terbesar sangatlah strategis apabila tak diantisipasi sejak dini maka makar dan agenda tersembunyi Zionis dan Salibis Internasional untuk melemahkan Islam dari dalam cepat atau lambat pasti akan terjadi dengan tetap konsisten menyokong setiap gerakan yang menyulut perbedaan mazhab. Disintegrasi dan konflik yang lebih luas hanya tinggal menunggu waktu saja dan negeri ini akan menjadi negeri yang porak-poranda.

“Kita juga harus berhati-hati dengan masalah ini, karena dapat mengganggu hubungan kita dengan negara-negara seperti Iran, yang mayoritas warganya yang memeluk Islam Syiah,” ucap  Wakil Menteri Agama Prof. DR. Nasaruddin dalam menanggapi sentimen anti-Syiah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Di Jawa Timur, beberapa ulama Sunni di Madura dan daerah lainnya di provinsi ini telah meminta pemerintah daerah untuk mengeluarkan peraturan yang membatasi penyebaran Islam Syiah, dengan alasan bahwa sekte tersebut “cocok” dengan kriteria sesat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2007.

Desember lalu, ratusan orang membakar empat rumah, masjid dan fasilitas lain di sebuah Pondok Pesantren yang dikelola oleh Tajul Muluk, pemimpin Syiah di Sampang. Tajul sendiri sekarang menghadapi persidangan atas tuduhan “penistaan agama”.

Di Jawa Barat, ulama Sunni telah memperingatkan masyarakat untuk “mencegah” penyebaran Syiah di daerah tersebut.

Nasaruddin, dosen tafsir al-Quran, mengatakan bahwa sementara semua warga negara bebas untuk mengusulkan peraturan untuk pemerintah daerah, selama usulan peraturan tidak bertentangan dengan konstitusi.

Menanggapi keluhan dari peraturan yang membatasi ajaran agama, terutama orang-orang dari sekte Ahmadiyah, Kementerian Dalam Negeri telah mengatakan mereka tidak melanggar konstitusi dan undang-undang otonomi daerah.

Dihubungi secara terpisah, akademisi Muslim Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa pengikut Syiah selalu menjadi bagian dari sejarah Islam, dan mengatakan bahwa orang yang memperdebatkan keberadaan Syiah sebagai orang yang “tidak pernah belajar sejarah”.

“Pengikut Syiah di masa lalu banyak memberikan kontribusi kepada Islam, terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, ulama Sunni, termasuk di Arab Saudi, tidak pernah memperdebatkan keberadaan mereka,” katanya.

Dia mendesak pemerintah untuk melindungi pengikut Syiah dari serangan apapun, dan mengatakan bahwa pemerintah harus menjaga kerukunan antar-iman dengan mencegah peraturan yang bisa menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Said Aqil Siradj mengatakan bahwa sekalipun ajaran Syiah memiliki beberapa perbedaan dengan arus utama Islam di Indonesia, NU tidak akan pernah meminta pemerintah untuk melarang pengikut Syiah.

“Nabi Muhammad telah memperingatkan kita bahwa bagaimanapun juga kita tidak boleh bertengkar satu sama lain karena perbedaan-perbedaan kita,” kata kang Said kepada The Jakarta Post (Sabtu, 5 Mei 2012).

 



Komentar Pembaca

- pemerintah RI sudah mengambil sikap untuk melindungi para pencaci maki sabat Rasul SAW, penghina al-qur'an dengan mengatakan bahwa al-qur'an sudah dirubah para sahabat, nikah mut'ah halal, serta mengkafirkan semua orang Islam yang mengakui kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shidiq RA, kemudian mengawasi dan akan memenjarakan serta melibas semua orang-orang Islam yang ingin kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits Nabi serta Ijma' para sahabat dengan tuduhan sebagai Islam radikal [huseinhaidar]


- Di atas ini adalah komentar salah satu korban fitnah wahhabi zionis (atau dia sendiri yg wahhabi) yg tidak bisa berfikir cerdas.. Dalam Syiah mencaci maki orang apa lagi sahabat haram hukumnya, syiah tidak memiliki al quran selain yg dimiliki kaum muslimin lainnya, yg menghalalkan nikah mutah adalah Allah dan Rasul-Nya, bagi Syiah seluruh yg mengucapkan 2 kalimat syahadat adalah muslim wajib dijaga darah, kehormatan dan darahnya..
Kalau mau tau Syiah, ya bacu buku2 Syiah donk! jng baca buku2 musuh2 Syiah, para penebar fitnah.. [agil]


- Saya berharap jika saudara nyepi dan berkonsentrasi dalam beberapa bulan membaca buku-buku syiah dari pengarang ulama syiah. InsyaAllah pandangan saudara akan berubah terhadap syiah. Saya berdoa untuk anda. [agus s budi]


- - Di atas ini adalah komentar salah satu korban fitnah wahhabi zionis (atau dia sendiri yg wahhabi) yg tidak bisa berfikir cerdas.. Dalam Syiah mencaci maki orang apa lagi sahabat haram hukumnya, syiah tidak memiliki al quran selain yg dimiliki kaum muslimin lainnya, yg menghalalkan nikah mutah adalah Allah dan Rasul-Nya, bagi Syiah seluruh yg mengucapkan 2 kalimat syahadat adalah muslim wajib dijaga darah, kehormatan dan darahnya..
Kalau mau tau Syiah, ya bacu buku2 Syiah donk! jng baca buku2 musuh2 Syiah, para penebar fitnah.. [agil

Buat Agi:
Saya cuma katakan Iran saja sangat mempersmpit kaum Sunni ya [mas]


- Syiah dipakai oleh iran untuk kepentingan politik.
Coba baca tentang etnis Hazara mereka pemeluk syiah tatapi karana bukan orang persia selalu dihina di Iran. Etnis hazara hidup di Pakistan, Afghanistan dan Iran. [Faiz]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir