Menurut Kantor Berita ABNA, Pakistan kembali banjir darah. 3 hari berturut-turut aksi brutal teroris telah menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Di Queeta Pakistan, seorang perempuan hamil yang bernama Sailkut harus meregang nyawa setelah diterjang peluru oleh orang yang tidak dikenali. Belum berlalu sejam dari peristiwa tersebut, Muhammad Yasin juga harus mengalami nasib yang sama. Sementara itu Muhammad Nabi, korban peledakan bus pekan lalu yang sedang dalam perawatan medis akhirnya Sabtu (7/7) meninggal dunia.
Sabtu (7/7) kemarin, sebuah bus angkutan umum yang memuat puluhan penumpang warga Syiah yang baru saja berziarah di Iran mendapat serangan dari beberapa orang yang mengendarai motor. Serangan bersenjata tersebut menewaskan 18 orang dan 5 orang lainnya luka-luka.
Sementara itu di Karachi, teroris melakukan aksi yang sama. Ali Madad (30) seorang pedagang buah yang tidak memiliki keterlibatan apapun dengan kelompok politik ataupun mazhab tertentu ditembak oleh pengendara motor yang tidak dikenal. Tembakan tersebut menyebabkan kematiannya tanpa sempat dilarikan ke rumah sakit. Para saksi mata yang berada pada lokasi kejadian mensinyalir pelakunya merupakan anggota kelompok Sepah Sahabeh (Pasukan Sahabat) yang senantiasa melakukan teror dan pembunuhan terhadap warga Syiah.
Masih pada hari yang sama, di Syarif Abad Karachi, Sayyid Qamar Ridha Naqawi putra dari salah seorang ulama Syiah Pakistan Sayyid Navasesh Naqawi meregang nyawa di depan rumahnya sendiri setelah ditembak oleh pelaku yang segera melarikan diri dengan sepeda motor. Korban yang berusia 42 tahun tersebut adalah wakil ketua kantor Departemen Komunikasi Karachi. Beberapa waktu sebelumnya, anggota dari keluarga besar Naqawi, Sayyid Jawad Ridha Naqawi pengelola Husainiyah 'Butar Ab' Karachi juga menjadi korban dari kebiadaban kelompok teroris Sepah Sahabeh.
Meski aksi teroris semakin meraja lela dan semakin menelan banyak korban jiwa, pihak kepolisian dan pemerintah Pakistan masih berdiam diri.