Ayatullah Makarim Syirazi Kecam Penangkapan Ulama Syiah
Kode: 329154 Tanggal: 2012/07/15 - 04:25Sumber: www.abna.irprint

Iran:
Ayatullah Makarim Syirazi Kecam Penangkapan Ulama Syiah

"Kerajaan Arab Saudi harus mengetahui bahwa dengan segala bentuk kezaliman, ketidak adilan, penangkapan dan pembunuhan terhadap warga Syiah di Saudi, mereka tidak akan mampu menghentikan laju tersebarnya ajaran yang mulia ini." 

 Ayatullah Makarim Syirazi Kecam Penangkapan Ulama Syiah
Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Nasir Makarim Syirazi di hadapan ribuan jamaa'ah umat Islam yang memadati kompleks pemakaman Imam Ridha as di Masyhad Iran menyatakan kecamannya atas penangkapan dan penembakan yang dialami Syaikh Nemr al Nemr salah seorang ulama Syiah Arab Saudi oleh pihak kepolisian Arab Saudi. "Kerajaan Arab Saudi harus mengetahui bahwa dengan segala bentuk kezaliman, ketidak adilan, penangkapan dan pembunuhan terhadap warga Syiah di Saudi, mereka tidak akan mampu menghentikan laju tersebarnya ajaran yang mulia ini." tegasnya.

Lebih lanjut, ulama marja taklid tersebut menambahkan, "Saudi harus mengetahui, bahwa Syiah bukan hanya Ahsaa dan Qutaif, dan mereka tidak sendiri. Seluruh umat Syiah seluruh dunia ada bersama mereka. Saya yakin, insya Allah ulama Syiah tersebut akan segera dibebaskan dengan adanya tuntutan umat Syiah seluruh dunia, dan warga Syiah Saudi akan kembali mendapatkan hak-hak mereka."
"Warga Syiah Saudi tidak menghendaki apa-apa kecuali tegaknya keadilan. Namun mengapa segala sesuatu bagi mereka dilarang dan diharamkan?. Mereka menyerahkan pajak dan hasil bumi yang dikandung wilayah mereka, namun mendapatkan perlakuan berbeda dengan warga lainnya. Mereka adalah warga negara yang taat dan patuh sebagaimana saudaranya Ahlus Sunnah, namun mengapa mereka tidak memperoleh hak-hak mereka?" tanyanya lanjut.

Selanjutnya pada bagian lain ceramahnya, Ayatullah Makarim Syirazi menyinggung masalah kewajiban hijab. Beliau berkata, "Lebih dari 10 ayat dalam al-Qur'an yang menekankan masalah hijab. Sebagian bersama dengan alasan dianjurkannya, sebagian lainnya tidak menyertakan alasan. Misalnya dalam surah Al Ahzab ayat 53 Allah SWT menyertakan alasan pentingnya berhijab, jika seorang muslim mengunjungi rumah Rasulullah, dan menghendaki sesuatu dari istri Rasulullah, maka ia harus mengambilnya dari balik hijab. Hijab yang dimaksud dalam ayat itu adalah kain penghalang. Jadi jika dikatakan mintalah dari belakang hijab, maka maksudnya hijab bukan hanya berarti pakaian yang dikenakan."

"Kita harus mengetahui bahwa kewajiban istri-istri Rasulullah sama dengan kewajiban yang dibebankan kepada muslimah lainnya. Kewajiban mereka sama tidak ada perbedaan kecuali bagi istri-istri Rasulullah ditetapkan bagi mereka larangan menikah lagi sepeninggal Rasulullah. Selain itu kewajiban mereka sama dengan perempuan muslimah lainnya." Lanjutnya.

Ulama besar Iran tersebut lebih lanjut mengatakan, "Perintah tersebut untuk menjaga kesucian hati, dan mencegah was-was yang dihembuskan syaitan pada kedua belah pihak, si laki-laki dan perempuan. Inti perintahnya ada pada hal tersebut."
"Jika pergaulan tanpa hijab dibiarkan, maka perempuan-perempuan akan tampil berhias diri. Mereka tidak akan malu menampakkkan aurat mereka di jalan-jalan. Dan itu akan dimanfaatkan syaitan untuk merusak dan mengotori hati-hati manusia." Lanjutnya.
Ayatullah Makarim Syirazi menekankan, "Jika pada masa Arab Jahiliyah, anak-anak perempuan mereka, mereka kubur hidup-hidup, tidak ada bedanya dengan masa sekarang. Membiarkan anak-anak perempuan bergaul tanpa penjagaan, membiarkan mereka keluar rumah tanpa mempedulikan aturan-aturan hijab itu sama halnya membunuh mereka hidup-hidup."

Dipenghujung ceramahnya, ulama mufassir yang menulis tafsir al Amtsal tersebut menegaskan, "Banyak kasus-kasus pelecehan, kekerasan, perselingkuhan, perceraian dan kehancuran rumah tangga dimulai dari masalah hijab yang disepelekan. Pergaulan bebas tanpa mengindahkan syariat dapat mengotori jiwa anak muda, begitu juga memberikan efek negatif terhadap keutuhan rumah tangga. Tidak sedikit catatan kejahatan dan kriminal di pengadilan bermula dari tidak diterapkannya aturan berhijab dalam kehidupan."
 




Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir