Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin DR. Ramadhani dalam khutbah jum'at yang disampaikan di Hamburgh mengatakan, "Saat ini kita kembali menyaksikan tragedi kemanusiaan terjadi. Pembantaian kaum muslimin sebagai penduduk minoritas di Myanmar kembali terjadi. Pemerintah setempat, masyarakat Internasional dan lembaga-lembaga terkait bungkam seribu bahasa menyikapi peristiwa tersebut."
Kemudian beliau melanjutkan, "Penyerangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan tanpa kekuataan untuk membela diri, pembunuhan terhadap warga yang tidak berdosa, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, penjarahan harta milik warga, pembakaran rumah-rumah mereka, pengrusakan tempat ibadah adalah peristiwa yang sangat menyakitkan dan mendatangkan kemarahan bagi mereka yang masih memiliki nurani."
Hujjatul Islam Ramadhani menambahkan, "Semua kejadian tragis tersebut telah berlangsung lama dan sepertinya akan masih terus berlanjut jika tetap terjadi pembiaran dan pembungkaman. Sampai saat ini telah tercatat lebih dari 20 desa, 1.600 rumah dan kurang lebih 72 masjid telah dirusak oleh kelompok Budha ekstrim, akibatnya ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan menjadi pelarian yang terkatung-katung. Belasan ribu orang terbunuh dan luka-luka. Lebih dari 20 orang sampai saat ini tidak ditemukan dan tidak diketahui nasibnya. 5 ribu kaum perempuan telah dirusak kehormatannya. Semua data resmi tersebut sangat menyakitkan hati kita sebagai sesama muslim, dan sebagai sesama umat manusia."
Imam Jum'at Hamburgh tersebut melanjutkan, "Kezaliman yang dialami muslim Myanmar bukan hanya itu. Mereka telah hidup puluhan tahun dalam keadaan fakir dan tanpa perlindungan dari pemerintah. Mereka tidak diakui sebagai warga negara yang memiliki hak-hak. Lebih dari itu, ketertindasan mereka adalah mereka sekuat mungkin berusaha untuk menjaga iman islam mereka. Karena mereka tidak mendapatkan pengakuan sebagai warga negara bahkan disebut sebagai penduduk ilegal sehingga harus meninggalkan perkampungan mereka padahal mereka telah hidup turun temurun ditempat tersebut selama berabad-abad lamanya."
"Apakah yang mereka alami belum cukup untuk membuat komite HAM Internasional untuk memberikan pembelaan? Apa pula alasan Palang Merah Internasional tidak menurunkan bantuan kemanusiaannya? Mengapa sampai saat ini PBB ataupun OKI tidak mengambil tindakan apa-apa? Kita berlindung dari segala musibah dan pengkhianatan ini. Kami muslim Eropa menyatakan duka cita atas musibah dan tragedi yang menimpa kaum muslimin Myanmar dan menyatakan kecaman serta mengutuk keras para pelaku kezaliman tersebut serta kebungkaman pihak-pihak terkait." Tegasnya.
Komentar Pembaca- Mohon izin share, syukron salam warahmah. [Dhedy IMT Hasan]
- Musnahkan budha budah yg ada dimyanmar.. QTA sbagai orang islam harus melawan N' membasmi jika ada agama lain yg melecehkan dan membuat dzalim kepada agama Qta (ISLAM) [Angga parisvanjava]