Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam wa Muslimin Muhammad Hasan Akhtari, pimpinan umum Majma Jahani Ahlul Bait menyikapi terjadinya rencana pembunuhan pimpinan ulama Tatarstan Ildus Faizov menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan pengecut. Beliaupun secara tegas mengecam aksi tersebut terlebih lagi aksi teroris pada saat yang hampir bersamaan telah menewaskan Valiulla Yakupov yang merupakan mantan wakil pimpinan ulama Tatarstan tersebut.
Teks surat belasungkawa Hujjatul Islam wa Muslimin Muhammad Hasan Akhtari kepada mufti besar Rusia adalah sebagai berikut:
Kepada yang kami hormati
Tuan Ravil 'Ainuddin
Mufti Besar Rusia dan Imam Jum'at Moskow
Assalamu 'alaikum
Berita mengenai aksi teror dan tindakan pengecut yang dilakukan kelompok teroris terhadap Ildus Faizov mufti Tatarstan beserta mantan wakilnya Valiulla Yakupov sangat menyedihkan dan menimbulkan duka yang mendalam.
Aksi terorisme tersebut baik secara langsung maupun tidak merupakan aksi dukungan terhadap semakin mapannya imperalisme dunia dan berupaya menimbulkan kekisruhan sosial dan perpecahan dikalangan kaum muslimin. Bukti lainnya masih merebaknya aksi teror dan pembunuhan di Suriah dan Irak. Semua aksi teror dan kekerasan tersebut dimaksudkan untuk menghentikan laju kebangkitan Islam di beberapa negara muslim. Namun upaya mereka tidak juga membuahkan hasil.
Majma Jahani Ahlul Bait as mengutuk dan mengecam keras segala bentuk kekerasan yang biadab dan tidak berprikemanusiaan tersebut. Kepada keluarga korban yang ditinggalkan kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan kepada kaum muslimin Rusia semoga tetap diberi keistiqamahan berada di jalan Islam yang mulia ini.
Wassalam
Seperti dilansir dari Ria Novosti, percobaan pembunuhan terhadap ulama Tatarstan tersebut terjadi pada Kamis (19/7/2012) siang waktu setempat. Mobil milik Ildus diledakkan orang tak dikenal ketika tengah berada di kawasan Kazan. Ildus berada dalam mobil ketika terjadi ledakan. Untungnya dia bisa keluar, meski mendapatkan luka-luka di tubuhnya.
"Guncangan itu melemparkan dia keluar dari mobil. Dia mendapatkan luka dengan tingkat bervariasi dan kini dirawat di rumah sakit," ujar juru bicara Komite Investigasi Rusa Vladimir Markin.
Terpisah, seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri menyatakan Ildus Faizov menderita patah tulang sendi pergelangan kaki akibat insiden itu. Dia langsung menjalani operasi di salah satu rumah sakit di kota Kazan.
Diberitakan, ledakan di mobil Ildus Faizov ini terjadi setelah terjadi insiden besar lainnya. Valiulla Yakupov, mantan wakil Faizov di perhimpunan ulama Tatarstan ditembak mati oleh pelaku yang tak dikenal. Polisi tengah menyelidiki apa ada kaitan antara dua kejadian itu. Apalagi dua serangan itu terjadi pada hari sebelum awal Ramadan.
Tatarstan merupakan negara bagian yang dikenal sangat harmonis. Jumlah penduduk muslim di wilayah ini cukup besar dan mencapai 55 persen. Di urutan kedua setelah muslim, ada kaum Katolik Ortodoks kemudian Yahudi. Berdasarkan literatur sejarah, Islam di wilayah ini masuk dengan jalan damai, yakni perdagangan.