Habis Orasi, Aktivis HAM Diciduk Polisi dan Dibunuh
Kode: 333966 Tanggal: 2012/08/03 - 05:43Sumber: www.abna.irprint

Tajikistan:
Habis Orasi, Aktivis HAM Diciduk Polisi dan Dibunuh

Didakwah orasinya adalah tindakan subversif dan melakukan propaganda untuk mengajak masyarakat melakukan makar terhadap penguasa, aktivis Syiah yang konsen melakukan pembelaan atas pelanggaran HAM idi Tajikistan diciduk kepolisian setempat dan disiksa sampai mati. 

 Habis  Orasi, Aktivis HAM Diciduk Polisi dan Dibunuh
Menurut Kantor Berita ABNA, Sabz Ali Muhammad Rezayuf, aktivis HAM dan kemanusiaan Republik Tajikistan ditemukan tewas dalam keadaan misterius.

Beliau adalah mahasiswa alumni Universitas Internasional al Mustafa Qom Republik Islam Iran yang selepas menyelesaikan studinya kembali ke Tajikistan negaranya untuk mengabdi. Beliau dimasa hidupnya juga menjabat sebagai ketua Hizb Nahdatul Islam di negaranya dan aktif dalam upaya-upaya pembelaan HAM dan kemanusiaan.

Dalam aktivitas pembelaannya terhadap para korban pelanggaran HAM membuatnya sering berurusan dengan aparat kepolisian, sampai akhirnya senin (23/7) tanpa alasan yang jelas setelah sebelumnya melibatkan diri dalam pembelaan sebuah kasus pelanggaran HAM ia diciduk oleh aparat kepolisian setempat dan 3 hari kemudian jenazahnya ditemukan dalam timbunan sampah tidak jauh dari lokasi penjara kantor kepolisian.

Salah seorang anggota Hizb Nahdatul Islam yang tidak ingin disebutkan namanya mengenai kejadian tersebut memaparkan," Sabz Ali Muhammad Rezayuf tangan 23 Juli mengomandoi sebuah aksi demonstrasi yang dalam aksi tersebut ia berorasi menuntut penegakan HAM dan menunjukkan pembelaan terhadap para korban kesewenang-wenangan pemerintah. Pada hari itu juga selepas aksi, ia langsung diciduk petugas keamanan. Tidak diketahui kabarnya selama 3 hari, sampai kemudian jasadnya ditemukan dalam timbunan sampah tidak jauh dari rumah tahanan di Qal'eh."

Ketika ditemukan, jasad Rezayuf segera dikebumikan tanggal 26 Juli. Teman dan anggota keluarga aktivis HAM tersebut mengecam keras kezaliman pihak kepolisian Tajikistan tersebut. Mereka menolak dakwaan kepolisian Tajikistan bahwa Rezayuf telah melakukan tindakan subversive anti pemerintah dengan memprovokasi warga untuk menciptakan makar dan kerusuhan.
 




Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir