Menurut Kantor Berita ABNA, Ribuan muslimin dari Jabodetabek dan wilayah Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Purwakarta, Sukabumi, dan Cirebon yang tergabung dalam Solidaritas Muslim Indonesia untuk Al-Quds, berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Rabu (15/08/2012) siang atau bertepatan dengan tanggal 26 Ramadhan 1433 H, dalam memperingati Hari Al-Quds Internasional untuk mengutuk kebiadaban Zionis Israel dan sekutunya AS serta membebaskan bangsa Palestina dari setiap bentuk penjajahan.
Aksi yang dikoordinir oleh VOP (Voice of Palestine) ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali di Jumat terakhir bulan Ramadhan, "...Karena hari jumat, tanggal 17 Agustus, berbarengan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, maka kita mengadakan aksi pada hari ini (Rabu), untuk menghormati kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia" Ungkap Ustadz Husein Shahab dalam orasinya.
Tidak hanya orang dewasa yang hadir dalam hari yang disebut oleh Imam Khomeini sebagai hari pembebasan kemerdekaan Palestina ini, anak-anak pun ikut serta menyuarakan dukungannya untuk Masjid al-Aqsha dan al-Quds. Kali ini, seorang anak yang dengan semangat membacakan surat dari salah seorang pejuang Hamas, Abdullah Ghaza yang ditujukan khusus untuk Indonesia. Penggalan isi surat tersebut berbunyi,
"Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami."
Selain itu, tepat di depan kedutaan besar AS yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian, dua orang anak naik ke atas podium membacakan puisi dan dengan lantang mengatakan, "Jika kalian, hai Amerika, mengira boikot dan embargo kalian akan menggentarkan dan membuat kami takut. Ketahuilah, bahwa Kami, putra-putra Ramadhan, tidak sedikitpun gentar dan Takut. Kami terbiasa lapar! Mampus Amerika! Mampus Israel!".
Sebelum melakukan long march dari Monas menuju bundaran HI melalui jalan raya Thamrin, para peserta aksi dengan antusias membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih sepanjang 30 meter untuk menyuarakan penentangan mereka terhadap pembangunan gedung baru kedubes AS yang dikabarkan akan menyerap sekitar 5000 pekerja dan menurut kabar yang diterima, hingga sekarang belum mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan), mereka juga meminta dengan tegas agar kedubes AS diusir dari bumi Indonesia.
"Meskipun sedang berpuasa, tapi raga ini tidak akan pernah letih mendukung keadilan untuk Palestina. Meski haus, suara ini tidak akan pernah habis untuk meneriakkan kehancuran bagi penjajah Israel dan setan besar Amerika" kata salah seorang peserta aksi kepada wartawan IPABI Online, disela-sela long march menuju bundaran HI.
Sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih Negeri ini dari cengkeraman penjajah Belanda 67 tahun silam, para peserta dengan khidmat menyanyikan lagu kebanggaan Indonesia Raya.
Di akhir aksinya, bundaran HI dikelilingi penuh oleh massa yang bergandengan tangan seraya membaca doa wahdah, yaitu doa persatuan umat yang dipimpin oleh Ustadz Abdullah Assegaf.
Di Indonesia, aksi quds sedunia tidak hanya digelar di ibukota Jakarta, aksi ini juga digelar secara serentak di Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan kota-kota besar lainnya.
Sumber: IPABI