Pembunuhan Massal dalam Semalam, 114 Warga Tewas
Kode: 318170 Tanggal: 2012/05/28 - 10:56Sumber: www.abna.irprint

Suriah:
Pembunuhan Massal dalam Semalam, 114 Warga Tewas

Kelompok teroris salafi di Suriah melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata berat yang menewaskan setidaknya 114 warga sipil Suriah di pemukiman penduduk Houla. 

 Pembunuhan Massal dalam Semalam, 114 Warga Tewas

Menurut Kantor Berita ABNA, kelompok teroris salafi di Suriah melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata berat yang menewaskan setidaknya 114 warga sipil Suriah di pemukiman penduduk Houla. Diantara yang menjadi korban kebiadaban mereka 32 anak-anak dan sejumlah perempuan. Saksi mata menyebutkan, "Setelah kelompok teroris melakukan penyerangan dan pembunuhan mereka meneriakkan syair 'Kematian bagi Alawiyan' dan 'Kematian bagi Syiah' sambil mereka mengangkat kepala-kepala para korban yang telah dipisahkan dari tubuhnya."

Media pers setempat mengabarkan, "Kelompok teroris tidak hanya membunuh warga namun juga membakar perumahan penduduk di kawasan Houla yang menimbulkan banyak kerugian material. Bahkan kelompok teroris membakar satu-satunya rumah sakit di kota itu."

Sejauh ini Komandan misi PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert Mood mengatakan pembantaian pasukan penyerang menggunakan senjata berbagai ukuran, senapan mesin hingga tank. "Satu-satunya cara untuk menyelesailkan konflik politik di Suriah adalah menghentikan penyerangan bersenjata." Ungkapnya.

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari membantah tuduhan dan klaim beberapa sejumlah anggota DK PBB yang mencoba untuk mengarahkan dunia internasional kepada pengertian yang salah tentang peristiwa yang terjadi di Suriah, bahwa pelaku pembunuhan warga sipil adalah militer Suriah. "Saat ini baik [Komandan Pasukan PBB di Suriah Mayor Jenderal Robert] Mood ataupun orang lain yang terlibat dalam pertemuan informal sebelumnya mengatakan tidak akan menyalahkan Suriah dalam peristiwa ini" kata Jaafari.

Menteri Luar Negeri Perancis, Jerman, dan Sekjen PBB Kofi Anan secara terpisah menyatakan kecamannya terhadap penyerangan bersenjata yang telah menelan banyak korban jiwa tersebut dan menuntut aksi pembunuhan segera dihentikan di Suriah.

Sementara itu kelompok teroris Salafi yang mendapat dukungan dari Saudi dan Qatar menyatakan tidak bertanggungjawab atas peristiwa tersebut dan menimpakan kesalahan kepada militer Pemerintah Suriah. Padahal menurut pengakuan Pemerintah Suriah tank mereka tidak berada disekitar lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan itu terjadi.

 



Komentar Pembaca

- semua musuh islam khususnya amarika dan yahudi bersukaria atas konflik yang terjadi di suriah dan agaknya konflik di suriah akan terus berkepanjangan karena politik adu domba yang diterapkan oleh amarika dan israel di suriah tsb [hamaruddin usman]


- Wahai kaum Syiah..janganlah kalian mmutar balikkan fakta, lihat lah siapa yang berkuasa di Suriah jelas jelas Rezim Syiah yang membantai kaum muslimin sunni sementara warga syiah aman-aman saja.
akhirnya kalian menunjukkan muka kalian setelah berabad-abad sembunyi dibalik toleransi kaum muslimin.
dari dulu kami sudah yakin kalau konflik Iran-Israel itu hanya isapan jempol untuk mengacaukan situasi politik di Timur Tengah.
faktanya perang terbuka Iran-Israel sampai saat ini tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi, sementara rezim-rezim Syiah terus menebar teror tidak hanya di Lebanon, Palestina dan kini di Suriah. [Warih Kusumo]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir