Menurut Kantor Berita ABNA, media setempat Suriah menurunkan berita, para teroris mengobrak-abrik kantor televisi itu dalam serangan yang dilancarkan Rabu (27/6). Serangan tersebut menimbulkan korban 3 korban jiwa dan kerugian material lainnya yang tidak sedikit. Insiden berdarah itu terjadi sehari setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad, dalam pertemuan dengan para anggota kabinet baru menyatakan bahwa negara ini sedang di ambang perang.
Dewan Media Nasional Suriah dalam pernyataan resminya mengutuk keras serangan teroris ke kantor berita tersebut, "Penyerangan terhadap kantor berita Suriah menunjukkan kekhawatiran kelompok musuh akan pengungkapan fakta dan kenyataan yang sebenarnya. Permusuhan mereka sesungguhnya adalah terhadap hak dan kebenaran." Ujar Thalib Qhadi, pengurus Dewan Media Nasional Suriah .
Pada pertemuan terakhir para menteri luar negeri negara-negara Arab di Qatar meminta Satelit Arab Set dan Nail Set untuk menghentikan kerjasama penyiaran dengan stasiun televisi Suriah baik stasiun TV negeri maupun swasta. Menteri Luar Negeri Suriah menimpali permintaan tersebut dengan menyebutkan, "Keputusan negara-negara Arab untuk memblokir penyiaran media pers Suriah sama halnya mereka hendak berbuat sesuka hati mereka mengenai Suriah. Jika Suriah tidak lagi memiliki kebebasan pers, mereka bisa menciptakan opini seenaknya mengenai Suriah dan ini bertentangan dengan poin ke enam tuntutan Kafi Anan sendiri sebagai perwakilan PBB."