Mengkaji Syiah untuk Ungkap Kesesatannya, Justru Masuk Syiah
Kode: 335818 Tanggal: 2012/08/10 - 18:23Sumber: www.abna.irprint

Ulama Yaman:
Mengkaji Syiah untuk Ungkap Kesesatannya, Justru Masuk Syiah

Ulama-ulama Wahabi menyuruh saya membaca kitab Syeikh Mufid tentang Ahlul Bait, mereka ingin saya menulis kritikan dan analisa kokoh tentang kitab ini dan isi kandungannya, mereka percaya dengan penulisan kritikan terhadap kitab ini banyak yang terbuka pikirannya untuk menolak Syiah, namun justru dengan mengkaji kitab tersebut saya malah menjadi Syiah." 

 Mengkaji Syiah untuk Ungkap Kesesatannya, Justru Masuk Syiah
Menurut Kantor Berita ABNA, Dr. Isham Imad (عصام العماد) dalam sebuah seminar pemikiran al-Qur'an, Universitas Perindustrian Hamedan berkata, "Perselisihan paling penting dan asasi antara Syiah dan Wahabi adalah masalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Talib yang berlanjutan sampai kepada akidah. Namun setelah saya kenal dan banyak menyelidik kehidupan Imam Ali As, akidah saya bertukar dan saya pun masuk Syiah."

Tentang terbentuknya firqah Wahabi beliau mengungkapkan, "Saya percaya AS dan Inggris adalah pembentuk dan pendukung Wahabi, dan Wahabi adalah firqah yang kehilangan arah."

Isham Imad menjelaskan, "Antara bentuk-bentuk Wahabi yang lain adalah mereka menolak apapun keutamaan mengenai Ahlul Bait, barangsiapa yang berminat ke arah Ahlul Bait akan ditentang."


Mengenai keluarganya yang masih menganut pemahaman Wahabi, beliau berkata, "Saya banyak berusaha agar mereka memahami hakekat yang sebenarnya mengenai wahabi, hanya saja sampai saat ini belum berhasil."

Mantan ulama Wahabi ini berkata, "Kesadaran adalah pertukaran visi dan sikap seseorang individu, kesadaran ini saat ini tengah terjadi di Saudi, Bahrain dan Yaman yang menunjukkan wujudnya kesetiakawanan di kalangan masyarakat mereka."

Isham Imad menegaskan kekhilafan Wahabi di dalam tafsir sangat berbahaya, "Kesalahan dalam penafsiran, bisa mengubah maksud Al-Qur'an 180 derajat, dan masalah Muhammad bin Abdul Wahabi adalah menafsirkan Al-Quran berdasarkan kamus i'rab, bukan berdasarkankan kamus al-Quran. Kesalahan tafsir semacam itu juga pernah dilakukan oleh golongan Khawarij."

Tambah beliau lagi, "Pegangan Wahabi tentang syiriknya bertawassul melalui perantaraan Ahlul Bait hanyalah dalam konsep penafsiran mereka. Ini disebabkan pihak musuh mencari jalan untuk menimbulkan masalah kepada Syiah."

Mantan ulama Wahabi yang berasal dari Yaman tersebut lebih lanjut berkata, "Doktrin Wahabi memberi perhatian terhadap al-Quran, namun tidak secara mendalam dan mencapai pemahaman yang sebenar."

Katanya lagi, "Mereka menyuruh saya membaca kitab Syeikh Mufid tentang Ahlul Bait, mereka ingin saya menulis kritikan dan analisa kokoh tentang kitab ini dan isi kandungannya, mereka percaya dengan penulisan kritikan terhadap kitab ini banyak yang terbuka pikirannya untuk menolak Syiah, namun justru dengan mengkaji kitab tersebut saya malah menjadi Syiah."

"Alasan terbesar saya berganti mazhab ke mazhab Syiah adalah, saya percaya Syiah muncul dari fondasi Islam." Lanjutnya lagi.

Dr Isham Imad merupakan mantan ulama Wahabi dan murid dari mufti Saudi Syaikh Bin Baz yang pernah menulis buku anti Syiah. Namun beliau akhirnya menemui kebenaran setelah banyak mengkaji dan menjadi aktivis pembela Syiah di zaman ini.
 



Komentar Pembaca

- IZIN SHARE. SYUKRON. SALAM WARAHMAH [Dhedy IMT Hasan]


- Nice Info [Jalak Pengkor]


- Bukti kesesatan wahabi yg sekarang berganti kulit jadi salafh semakin jelas adanya. [Novy Ariansyah]


- Salam,menurut saya kalau dijaman imam ali ada golongan khawarij.
Maka dizaman sekarang khawarij itu adalah wahabi. [Hasanuddin]


- Hasanudin, kalau dulu golongan khawarij itu mereka yg menolak Imam Ali dan Muawiyah... Sedangkan Wahabi ini menolak Imam Ali, tapi mengkultuskan Muawiyah, bahkan cenderung menjadikan Muawiyah sebagai panutan... [YAM 12]



Email:
Nama:
Pesan:
Enter security code
erfan
ABNA World Service
Englishالعربية
Françaisاردو
Españolفارسی
Русский中文
DeutschTürkçe
Azeri (cyr) Azeri (ltin)
Melayu Indonesia
বাংলা हिन्दी
Swahili Myanmar
BosanskiABP sites
  Berita Terakhir