Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA.co) - Paderi besar Katolik Tehran, Ramzi Garmou mengutuk keras aksi pembakaran Al-Qur'an yang dilakukan oleh pendeta radikal US, Terry Jones.
Dalam pernyataan hari Isnin, Ramzi Garmou, paderi besar ibukota Tehran mengecam tindakan itu sebagai "keji dan tidak berakhlak".
Sementara itu pendeta-pendeta Gereja Katolik juga mengutuk keras tindakan itu serta menuntut kitab suci, tempat ibadah dan para nabi dari semua agama dihormati.
Semua penganut agama dan keyakinan yang berbeza juga diminta untuk bersabar dalam menghadapi berbagai kekerasan, terutama sekali yang dilakukan atas nama agama. Tambah beliau lagi agama-agama monoteism harus bersama-sama melestarikan perdamaian dan cinta di antara bangsa-bangsa.
Pada 28 April lalu, Terry Jones, pendeta Amerika telah membakar kitab suci Islam. Ini bukan pertama kali pendeta radikal membakar kitab suci tersebut. Pada tanggal 20 Mac tahun lalu, Jones membakar salinan Al-Qur'an di tempat kudus Dove World Outreach Center meskipun pada mulanya beliau menarik balik keputusan untuk melakukannya. Langkah ini memicu kemarahan di negara-negara Muslim.