Penumpasan Berdarah Tidak Akan Mengakhiri Tuntutan RakyatUlama Bahrain: Penumpasan Berdarah Tidak Akan Mengakhiri Tuntutan Rakyat
Rakyat Bahrain telah menggelar demonstrasi sejak pertengahan Februari 2011, menuntut reformasi politik dan sistem monarki konstitusional. Tuntutan mereka kemudian berubah tuntutan pengunduran diri keluarga kerajaan al-Khalifa paca aksi brutal dan penumpasan terhadap para demonstran. | |
Menurut Kantor Berita ABNA, Ulama terkemuka Bahrain, Syeikh Isa Qassim mengutuk aksi penindasan oleh aparat rezim yang didukung militer Arab Saudi terhadap pengunjuk rasa dan menuntut pemerintah Manama segera menghentikan brutalitasnya terhadap rakyat.
Di hadapan ratusan jemaah shalat Jum'at Bahrain di Diraz, Syeikh Qassim mengatakan bahwa aksi berkelanjutan rezim Manama dalam menggunakan kekerasan terhadap demonstran tidak akan dapat mengakhiri seruan sah rakyat dalam menuntut reformasi dan perubahan.
Syeikh Qassim juga mendesak rezim untuk menghentikan politik intimidasi, penahanan dan pembunuhan demonstran.
Setelah khotbah, para jemaah shalat Jum'at Bahrain turun ke jalan, menyerukan pembebasan para tahanan politik dan penghentian penumpasan berdarah terhadap rakyat.
Aksi demonstransi itu digelar sehari setelah aparat Bahrain dengan dukungan militer Arab Saudi menyerang beberapa para demonstran yang berunjuk rasa menentang pemerintah di berbagai wilayah negara ini.
Rakyat Bahrain telah menggelar demonstrasi sejak pertengahan Februari 2011, menuntut reformasi politik dan sistem monarki konstitusional. Tuntutan mereka kemudian berubah tuntutan pengunduran diri keluarga kerajaan al-Khalifa paca aksi brutal dan penumpasan terhadap para demonstran.
Puluhan orang tewas dan banyak lainnya cedera dalam berbagai aksi brutal yang dilakukan aparat Bahrain yang didukung Saudi terhadap para demonstran.
Di sisi lain, rakyat Bahrain bersumpah untuk melanjutkan protes sampai tuntutan mereka terpenuhi. (MZ)
http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=314524